Hai, Takaiters!

Fenomena udara yang lebih dingin beberapa hari ini memunculkan fenomena tidak biasa di Dataran Tinggi Dieng. Dieng yang berada di Banjarnegara terkenal dengan destinasi wisata Candi Dieng. Suhu normal di kawasan ini memang sudah dingin dan pemandangannya yang indah membuat banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini.

Suhu dingin dan embun es atau disebut bun upas di kawasan Pegunungan Dieng disebabkan oleh kondisi meteorologis. Menurut keterangan dari Deputi Bidang Klimatologi, pada puncak musim kemarau umumnya permukaan bumi lebih kering dan suhu udara menjadi lebih dingin.

Foto: jateng.tribunnews.com

Panas dari matahari akan lebih banyak yang terbuang ke angkasa. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu pada musim kemarau lebih dingin daripada musim penghujan. Kandungan air dan uap air yang lebih sedikit di musim kemarau juga menjadi penyebab suhu lebih dingin di musim kemarau.

Bulan Juli – Agustus merupakan puncak musim kemarau dan umumnya terjadi penurunan suhu. Sejak 6 Juli 2018 lalu suhu turun sekitar 5ºC. Dan Dataran Tinggi Dieng suhunya mencapai 0ºC. Bahkan pada malam hari suhunya turun hingga -1ºC. Wow! Sensasinya seperti musim salju, ya, Guys!

Foto: liputan6.com

 

Pada kondisi seperti ini, di kawasan Pegunungan Tinggi Dieng akan terjadi fenomena embun es. Uap air berkondensasi pada malam hari dan turun sebagai embun yang akan menempel di dedaunan, rumput, dan tanah. Air embun yang jatuh menempel akan membeku akibat suhu udara sangat dingin. Fenomena ini dapat dinikmati pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sekitar pukul 2-5 dini hari. Amazing banget ‘kan Takaiters!

Tetapi fenomena embun es di Dieng ini tidak dipengaruhi oleh Aphelion yang beredar selama ini, lho! Aphelion tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan suhu yang terjadi di Indonesia. Penurunan suhu di Indonesia ini terjadi akibat hembusan angin dari Australia yang sedang mengalami musim dingin sehingga Indonesia turut merasakan suhu dinginnya. Kandungan uap air yang lebih sedikit juga berpengaruh pada penurunan suhu.

Foto: merdeka.com

Embun es yang terjadi di Dieng memberikan pengaruh terhadap petani kentang. Tanaman yang daunnya terkena embun es akan menguning dan akhirnya mati. Padahal petani kentang belum panen sehingga berdampak pada gagal panen.

Dampak positifnya, adanya fenomena embun es di Dieng ini menjadi buruan bagi wisatawan dan fotografer yang ingin mengabadikan fenomena langka ini. Yuk, berburu embun es di Dieng Takaiters!