Hai Takaiters!

Siapa yang tumbuh besar di tahun 90-an sampai awal 2000-an? Pasti cukup akrab dengan yang namanya anime. Yapt, anime adalah sebuah film animasi buatan Jepang. Perkembangn anime saat ini berkembang dengan sagat cepat. Mulai dari jumlah judul yang diproduksi setiap season hingga kualitas grafiknya sendiri, yang tentu jadi jauh lebih baik.

Hingga saat ini, sudah cukup banyak anime yang tayang di Indonesia, seperti Astro Boy, Inuyasha, Samurai X, Doraemon, Crayon Sinchan, Cardcaptor Sakura, dan Dragon Ball. Untuk yang besar di tahun 90-an hingga awal 2000-an pasti tau dan mungkin pernah menontonnya. Karena anime-anime tersebut, ditayangkan pada hari libur sekolah atau hari Minggu dan jam tayangnya pun siang hari. Jadi anak-anak bisa menontonnya dengan bebas.

Tapi seiring perkembangan zaman, benarkah anime Jepang diperuntukkan untuk anak-anak? Ikutin terus ya penuturan penulis berikut ini.

1. Anime Jepang menampilkan sisi kekerasan

fakta anime buat anak-anak
Foto : istimewa

Anime super booming saat ini yang berjudul Shingeki no Kyojin atau Attack on Titan adalah salah satu contohnya. Anime ini menghadirkan cerita yang kompleks, yang kemungkinan besar tidak akan dimengerti oleh anak-anak. Dalam ceritanya pun banyak sekali adegan-adegan kekerasan, seperti pembunuhan-pembunuhan sadis. Oleh karena itu, di Jepang pun anime ini masuk ke kategori dewasa.

2. Anime Jepang menampilkan sisi vulgar yang bahkan tak disensor

fakta anime buat anak-anak
Foo : 2.bp.blogspot.com

Sebenarnya anime yang pernah tayang di Indonesia pun, ada juga loh bukan untuk kategori anak-anak, seperti Sinchan. Anime Sinchan ini sempat banyak mendapat kritik dari Badan sensor film Indonesia, karena mempunyai konten vulgar didalamnya.

Adegan yang banyak diprotes adalah saat Sinchan (karakter utama anime ini anak-anak berusia 5 tahun) yang selalu genit (merayu) kepada wanita cantik. Adegan ini dianggap tidak pantas ditampilkan dan karena protes yang terus-menerus, akhirnya anime Sinchan tidak ditayangkan lagi di Indonesia.

Pilihan Editor



3. Anime Jepang menghadirkan cerita yang berat dan terkadang ekstrim

fakta anime buat anak-anak
Foto : gamespot.com

Salah satu contohnya adalah anime Mirai Nikki. Anime ini juga cukup digemari oleh pecinta anime. Anime ini berkisah tentang seorang wanita, yang memiliki kelainan pada kejiwaannya atau psikopat. Dari kisahnya saja juga sudah tidak tepat jika ditonton oleh anak-anak kan?

Kemudian yang ekstrimnya adalah wanita psikopat ini rela membunuh orang lain demi melindungi laki-laki yang dia cintai. Agar tidak dimiliki oleh orang lain. Jadi sudah pasti anime ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak.

4. Anime Jepang mempunyai cerita yang berbeda dengan norma-norma di Indonesia

fakta anime buat anak-anak
Foto : istimewa

Setiap negara mempunyai norma-norma sosial masing-masing. Mungkin di Jepang hal tersebut biasa namun di Indonesia hal tersebut masih dianggap tabu bahkan dianggap menyimpang. Salah satunya adegan dalam anime Doraemon, dimana Giant yang selalu jahil terhadap Nobita. Bila ditonton oleh anak-anak, bisa-bisa diartikan sebagai hal wajar bila jahil kepada teman. Padahal hal tersebut tidak boleh dilakukan dan cenderung menyimpang bila dilakukan.

Nah menurut 4 fakta diatas, sebaiknya Takaiters juga perlu mengetahui apakah anime ini layak tonton untuk anak-anak atau tidak. Jika memang tidak cocok ditonton oleh anak-anak, sebaiknya segera beritahukan kepada kerabat atau keluarga, agar anak-anak Indonesia bisa terhindar dari tontonan-tontonan yang tidak layak untuk ditonton.

Karena belum tentu anime atau film kartun itu tontonan layak bagi anak-anak. Perlu pendampingan dan pengontrolan dari orangtua. Apakah Takaiters setuju? Silakan berikan tanggapannya ya. Terima kasih.