Di Afrika Selatan, sebagian besar populasi penduduk berkulit hitam mendukung sepakbola, sedangkan mayoritas populasi penduduk berkulit putih memilih rugby. Namun Mandela meminta dukungan populasi penduduk berkulit hitam untuk mendukung rugby. Hasilnya, ia dapat mempersatukan sebuah bangsa, Afrika Selatan, lewat olahraga.

Dalam Piala Dunia 2010 lalu, kita bisa melihat pemersatuan bangsa Afrika Selatan lewat sepakbola, ribuan penduduk berkulit putih mendukung tim nasional mereka, dimana sebelumnya hanya dipenuhi oleh penduduk berkulit hitam.

“Saya melihat keluarga berkulit hitam dan keluarga berkulit putih mengobrol tentang tim nasional mereka, juga saling mengambil foto. Hal ini kecil bagi orang luar, namun bagi yang berasal dari Afrika Selatan, mengerti betapa signifikan hal ini. Kita telah sampai di puncak persatuan di Negara ini.” Kata Sepp Blatter dimasa berkabung, wafatnya Mandela pada 5 Desember 2013 lalu.

Sejarah Perjalanan Olahraga di Indonesia

Di Tanah Air sendiri, coba kita lihat sejarah panjang hadirnya tiga organisasi tertua di Indonesia sebut saja Perkumpulan Olahraga Indonesia Moeda, PSSI dan Pelti yang mulai terbentuk bahkan sebelum Indonesia merdeka. Walaupun pada awalnya organisasi ini hanya bersifat kesukuan, namun tetap tujuannya adalah untuk mempersatukan bangsa.

Tiga tahun setelah Indonesia merdeka, lahir Pekan Olahraga Nasional Pertama yang bertujuan untuk mempererat rasa kesatuan dan persatuan bangsa lewat olahraga. Kepedulian terhadap sejarah perjuangan bangsa dan usaha untuk mengangkat harga diri bangsa lewat olahraga menghasilkan era keemasan olahraga Tanah Air.

Namun disayangkan saat ini, prestasi olahraga kita bahkan sudah tertinggal jauh di tingkat Asia Tenggara sendiri. Pada Sea Games lalu kita hanya bias meraih posisi kelima, sebuah prestasi terburuk Indonesia dalam ajang tersebut.

Olahraga di Indonesia masa kini

Sepakbolapopuler dengan berkali-kali dapat menjadi pemersatu bangsa di dunia, mulai dari event Piala Dunia, Piala Eropa maupun Olimpiade. Dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur dan naturalisasi pemain antar bangsa.

Di Indonesia, sepakbola dan bulutangkis berhasil merangkul hamper semua lapisan masyarakat untuk sama-sama berkumpul, bermain maupun menyaksikan euphoria dukungan tim-tim andalan masing-masing yang saling bertanding.

Selainitu, prestasi dalam kedua bidang olahraga tersebut menjadi tujuan utama Negara dalam membangun nasionalisme bangsa. Sehingga sedikit demi sedikit olahraga digunakan sebagai alat pemersatu bangsa.

Olahraga sendiri dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dengan tujuan untuk membangun kepribadian dan karakter positif antara lain, sportifitas, kejujuran, kerjakeras, kerjasama, disiplin, selain dari melatih kebugaran dan fisik siswa. Semoga ke depannya banyak dari generasi ini dapat berprestasi membela nama Indonesia di kancah dunia.

Olahraga menjadi identitas sebuah negara

Olahraga juga digunakan sebagai pemersatu bangsa. Kita ambil contoh saja Stadion Gelora Bung Karno dimana dibangun dengan kerja sama antara Uni Soviet dan Indonesia.

Stadium GBK (Sumberfoto: Wikimedia.org)
Stadium GBK (Sumberfoto: Wikimedia.org)

Olahraga dalam perkembangannya memang menjadi instrument pembangunan, pemersatu bangsa namun ada satu lagi fungsi penting dari olahraga yaitu sebagai deklarasi bahwa Negara tersebut memiliki potensi dan kekuatan sumber daya manusia di kancah internasional. Negara Indonesia yang mengirimkan delegasi-delegasinya lewat Uber Cup misalnya dalam bidang bulutangkis. Dengan memenangkan piala tersebut, negara Indonesia dapat diakui telah berhasil mendidik sumber dayanya secara kompeten. Negara besar tidak ingin ketinggalan dengan negara-negara lain, sebagai pengakuan kedaulatan masing-masing negara.

Sebagai referensi, Benito Mussolini menggunakan penyelenggaraan Piala Dunia sebagai identitas Italia dimata pesaing-pesaing militer di Eropa.

Tindakan sebagai negarawan

Sudah saatnya prestasi Indonesia di kancah internasional perlu diperhatikan oleh semua kalangan, dimana perannya mampu menyatukan semua golongan masyarakat dari tua sampai muda, laki-laki dan perempuan, namun berbagai kendala selalu menghampiri. Mulai dari oknum supporter yang berulah sampai yang paling berpengaruh adanya kasus dalam tubuh PSSI. Mau dibawa kemana sepakbola Tanah Air?