Indonesia memiliki keindahan alam nan begitu mempesona. Keelokan alamnya terpancar mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Berbicara tentang keindahan alam yang terletak dibagian timur, ada satu nama yang terlintas dipikiran kita, apalagi kalo bukan Raja Ampat toh.

Dibalik keindahan jajaran pulau nan mempesona, Raja Ampat kaya akan biota-biota lautnya yang begitu mendunia. Pesona bawah laut layaknya perpustakaan hidup yang berisikan terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia.

Menguak asal nama Raja Ampat

asal usul raja ampat
Raja Ampat, Papua (Foto : pinimg.com)

Nama Raja Ampat berasal dari mitos penduduk sekitar, ada banyak versi cerita yang muncul dikalangan masyarakat. Namun cerita soal Raja Ampat yang bermakna Empat Raja-lah yang diakui kebenarannya. Sebab, pada abad ke-15 Raja Ampat merupakan salah satu bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, yang merupakan sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku.

Empat Raja itu merupakan orang-orang yang menguasai 4 kerajaan di wilayah tersebut, diantaranya Waigeo, Batanta, Misool, dan Salawati.

Pilihan Editor

Menurut cerita rakyat, bahwa pada zaman dahulu, sepasang suami istri menemukan 6 butir telur naga di tepi sungai Waikeo. Karena merasa kelaparan, mereka berniat untuk memasak keenam telur tersebut. Saat dimasak, lima dari enam telur tersebut menetas dan keluar 5 bayi manusia. Dengan jenis kelamin empat laki-laki dan satu perempuan.

4 bayi laki-laki diberi nama War, Betani, Dohar, dan Muhammad. Sementara yang perempuan diberi nama Pintolee. Suatu saat saat Pintolee sudah besar, ia kedapatan mengalami hamil di luar nikah sehingga ia diusir dan dihanyutkan di atas kulit kerang besar sampai akhirnya terdampar di Pulau Numfor.

Sementara 4 saudara laki-lakinya menjadi raja di 4 pulau besar di kawasan tersebut. Oh ya, kan yang menetas cuma lima telur naga, sementara satu telur naga yang tidak menetas konon sampai saat ini masih disimpan dan mendapat penghormatan khusus dari masyarakat Raja Ampat.

Kecantikkan Raja Ampat sudah mendunia sejak tahun 90-an

asal usul raja ampat
Bawah laut Raja Ampat (Foto : tourism-spot.com)

Memang nama Raja Ampat mulai tersohor dunia pada tahun 2007-an. Tapi ternyata sebelum itu, Raja Ampat sudah dulu dikenal oleh penyelam asal Belanda yang bernama Max Ammer. Max pernah mengunjungi Raja Ampat dengan tujuan awalnya adalah untuk menelusuri keberadaan pesawat dan kapal yang digunakan pada masa Perang Dunia II yang diperkirakan karam di kawasasan tersebut.

Ternyata eh ternyata, Max sangat terpesona dengan keragaman biota laut di Raja Ampat, sehingga pada tahun 1998 dia mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan dari Australia, untuk mengadakan survei di tempat ini.

Dengan melakukan penelitian di bawah laut Raja Ampat, mereka berhasil menemukan bangkai pesawat dan bekas kapal perang yang digunakan dalam perang dunia II. Dari sini mereka berpendapat, bahwa Raja Ampat tidak hanya menyimpan kekayaan bioda lautnya melainkan juga akan kaya dengan nilai  sejarah.

Raja Ampat, kepingan surga di ujung timur Indonesia

asal usul raja ampat
Keindahan alam Raja Ampat (Foto : 2.bp.blogspot.com)

Banyak yang bilang, Raja Ampat merupakan kepingan surga di ujung timur Indonesia. Bagaimana tidak, sebab kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati terbaik di dunia toh.

Selain daripada itu, letak Raja Ampat juga berada di daerah yang strategis, yaitu terletak di segitiga terumbu karang dunia. Makanya tak heran, jika para penyelam dari berbagai negara datang ke kawasan ini. Perairan Raja Ampat memiliki 603 jenis terumbu karang keras, jumlah ini merupakan 75 persen jenis terumbu karang yang ada di dunia.

Berdasarkan data dari Badan Konservasi Alam Dunia menyebutkan bahwa ada sekitar 1397 jenis ikan ada di perairan ini. Jadi tak salah toh, Raja Ampat merupakan kepingan surga di ujung timur Indonesia. Hahaha 😀

Itulah sedikit bahasan mengenai kawasan Raja Ampat mulai dari asal-usul namanya, hingga tersohor di seluruh penjuru dunia. Kita sebagai bangsa Indonesia selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita.

#Salam Raja Ampat