Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan laut dalam pertama yang dulu di bangun agar kapal-kapal besar bisa berlabuh. Dan sekarang merupakan pelabuhan yang paling sibuk, dan juga yang terbesar, bahkan menjadi kawasan terpenting di Jakarta. Pelabuhan Tanjung Priok selain sebagai arus kapal antar pulau juga merupakan pintu gerbang kapal-kapal dagang yang membawa dagang ekspor-impor.

Mengenal pelabuhan Tanjung Priok

asal muasal dan sejarah tanjung priok
Asal muasal dan sejarah tanjung priok (Foto : 4.bp.blogspot.com)

Sebelum dijadikan Pelabuhan, kawasan Tanjung Priok merupakan suatu perkebunan kelapa yang dikuasai oleh beberapa tuan tanah disana, yakni, Oeij Tek Tjiang, Pattan, Gouw Kimmirt, Ko Siong Thaij, Said Alowie bin Abdulah Atas, dan Hana birtti Sech Sleman Daud.

Dengan adanya ide dari para kaum kapitalis atau pemilik modal swasta yang berada di Belanda, maka dilakukan pembangunan pelabuhan di kawasan tersebut, dan pada akhir abad ke-19 pemerintah Hindia Belanda mengambil alih areal perkebunan tersebut  untuk disewakan pada maskapai pelayaran yang bernama KPM ( Koninklijke Paketvaar Maatschappij).

Pilihan Editor 

Sebelumnya, pemerintah Hindia Belanda menggunakan Pelabuhan Sunda Kelapa, namun dengan dibangunnya Terusan Suez pada saat itu membawa dampak terhadap arus lalu lintas laut dan juga terjadi laju perdagangan, sehingga Pelabuhan Sunda Kelapa sudah tak mampu lagi menampung begitu banyak kapal-kapal yang singgah.

Ditambah lagi dengan permasalahan sebelumnya pada tahun 1630-an, menumpuknya lumpur di muara Sungai Ciliwung, dan gempa yang terjadi tahun 1699 menyebabkan endapan lumpur bertambah banyak dan mengganggu kapal-kapal besar yang hendak merapat ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pembangunan pelabuhan laut dalam yang pertama akhirnya dilakukan oleh Gubernur Jendral Johan Wilhelm Van Lansberge pada tahun 1877. Pelabuhan yang dibangun tersebut bertujuan untuk menampung  kapal-kapal dagang, kapal-kapal yang memuat batu bara, dan juga kapal-kapal uap. Dan bila ada kapal-kapal yang harus diperbaiki, maka bisa naik dok disana untuk melakukan perbaikan.

Beberapa versi mengenai asal mula nama Pelabuhan Tanjung Priok

Asal muasal dan sejarah tanjung priok (Foto : wikimedia.org)

Ada beberapa versi mengenai asal mula nama Pelabuhan Tanjung Priok yang beredar di dalam masyarakat. Dan hingga kini menimbulkan pandangan yang berbeda karena masing-masing pihak menganggap versi yang mereka percaya adalah yang sebenarnya.

Versi pertama adalah bahwa nama Pelabuhan Tanjung Priok berasal dari nama Mbah Priok. Mbah Priok yang semasa hidup dikenal dengan nama Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad itu berlayar selama dua bulan dari Palembang menuju ke Jawa.

Banyak rintangan yang dihadapi termasuk serangan dari armada Belanda, dan terjangan ombak. Hingga akhirnya terjangan ombak yang besar menggulingkan kapal dan menghanyutkan   Mbah Priok sampai di tanah Batavia, Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad telah meninggal pada saat terdampar bersama Muhammad Ali Alhadad.

Versi kedua menyatakan bahwa nama Tanjung Priok berasal dari keberadaan Aki Tirem. Berdasarkan buku yang berjudul Babad Tanah Betawi yang dibuat Ridwan Saidi, disebutkan bahwa pada jaman dulu ada seorang penghulu Warakas yang merupakan lurah disana bernama Aki Tirem. Aki Tirem dikenal sangat mahir membuat periuk nasi, karena itulah tanjung dimana Aki Tirem tinggal disebut Tanjung Periuk yang akhirnya berubah menjadi Tanjung Priok.

Versi ketiga menyatakan bahwa nama Tanjung Priok berasal dari dua kata, yaitu ; Tanjung dan Priok. Tanjung merupakan daratan yang menjorok ke lautan, dan letak Pelabuhan Tanjung Priok berada di sebuah tanjung. Kata priok berasal dari kata periuk, yaitu tempat menanak nasi yang terbuat dari tanah liat dan pada masa itu panci tanah liat merupakan salah satu komoditi dagang yang tetap bertahan kelangsungannya mulai dari jaman prasejarah.

Fakta sejarah tentang Tanjung Priok

Fakta sejarah tentang Tanjung Priok (Foto : wikimedia.org)

Menurut para ahli sejarah, versi pertama yang menyebutkan bahwa nama Mbah Priok merupakan asal usul nama Tanjung Priok adalah tidak benar. Namun versi kedua dan ketiga diatas ada sangkut pautnya.

Berdasarkan penelitian Kees Green (Pakar sejarah dari Jerman), pada saat itu banyak daerah di Indonesia yang menggunakan kontur tanah sebagai nama daerah, seperti Rawasari, Tegal Alur, Tanah Abang dan masih banyak lainnya. Sementara Pelabuhan Tanjung Priok merujuk pada kontur tanah disana yaitu berupa sebuah tanjung.

Menurut Alwi Shahab, yang merupakan seorang pengamat sejarah Jakarta, Kawasan Tanjung Priok sudah ada sejak jaman prasejarah bahkan sudah menjadi sebuah pelabuhan pada abad ke-1 Masehi. Dan pada abad ke-2 Masehi, di kawasan tersebut Aki Tirem tinggal dan merupakan penghulu disana, dengan pekerjaan sebagai pembuat periuk. Bahkan sungai yang dekat dengan tempat tinggal Aki Tirem tinggal diberi nama Sungai Tirem, letaknya di daerah Warakas, Tanjung Priok.

Dalam legenda juga disebutkan bahwa Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad sudah meninggal saat terdampar di tanah Batavia, sehingga tidak sempat mengukir  jasa atau peninggalan yang bisa membuat daerah tersebut menggunakan namanya sebagai asal usul.

Nah, sekarang versi mana yang kamu percaya?