Perpustakaan adalah salah satu tempat yang digunakan sebagai tempat mengakses berbagai informasi, melalui buku ataupun sumber digital lain. Seperti yang kita ketahui bahwa buku adalah jendela informasi dan membaca adalah kuncinya. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan minat pengunjung agar banyak yang datang. Seperti melengkapi koleksi perpustakaan dengan buku yang bervariasi, internet untuk mengakses jurnal dan buku digital, bahkan playground mini untuk membuat anak-anak betah. Namun masih saja ada orang yang berkunjung, dan berikut ini tujuh alasan yang membuat orang malas ke perpustakaan.

1. Pendaftaran yang Ribet

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Kamu tidak harus menjadi anggota jika hanya berkunjung dan membaca buku di perpustakaan. Tapi hampir semua perpustakaan mewajibkanmu untuk mendaftar menjadi anggota. Jika akan meminjam buku untuk dibawa pulang. Nah, beberapa orang merasa ribet untuk menjadi anggota, apalagi jika harus mengumpulkan foto 3×4, meminta surat keterangan orang tua dan stempel sekolah bagi pelajar, mengurus surat keterangan tempat tinggal untuk anak kos, dan masih banyak lagi syarat yang harus dipenuhi. Sebagian orang menganggap hal tersebut ribet, sehingga mereka malas ke perpustakaan.

2. Tas Harus Dititipkan

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Tas dan jaket harap dititipkan. Biasanya kamu akan membaca peringatan seperti itu saat baru memasuki perpustakaan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi hal-hal negatif yang dilakukan pengunjung dan tidak diharapkan oleh pihak perpustakaan. Misalnya pencurian buku, membawa senjata tajam, ataupun membawa barang-barang negatif lainnya. Tapi terkadang orang lain yang merasa baik-baik saja jadi tidak nyaman jika tas harus dititipkan, karena ada barang berharga di dalam tas. Hal ini membuat seseorang merasa malas ke perpustakaan.

PILIHAN EDITOR

3. Tidak Boleh Berisik

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Kalau alasan yang satu ini masih bisa ditolerir untuk orang pendiam dan kutu buku. Tapi untuk kamu yang suka diskusi sambil membaca, aturan tidak boleh ribut di dalam perpustakaan membuat kamu tidak nyaman dan akhirnya malas ke perpustakaan. Apalagi anak-anak dan remaja yang kebanyakan suka bercanda gurau disela-sela kegiatan membacanya.

4. Tidak Boleh Makan dan Minum

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Jangan negatif thinking dulu jika kamu tidak boleh makan dan minum di dalam perpustakaan. Pasalnya jika semua orang bebas makan dan minum, perpustakaan jadi mirip kafe dan mengganggu konsentrasi pengunjung lain. Selain itu buku kurang terjaga kebersihannya karena terkena makanan atau minuman. Kamu yang merasa enjoy dengan makan dan minum sembari membaca, jadi merasa malas ke perpustakaan.

5. Petugasnya Kurang Ramah

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Salah satu alasan kamu malas ke perpustakaan adalah petugas perpustakaan yang jutek atau kurang ramah. Benar gak sih? Kalau memang benar mungkin kamu perlu memberikan saran dan komentar untuk memperbaiki layanan perpustakaan tersebut. Sayang sekali jika perpustakaan menjadi sepi hanya karena petugasnya yang kurang ramah. Pengunjung juga manusia yang pasti suka dengan “3S”, yaitu Salam, Sapa, dan Senyum. Lalu apa bedanya petugas perpustakaan dengan robot jika tidak bisa ramah dengan pengunjung?

6. Boleh Pinjam Hanya Seminggu

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Sebenarnya satu minggu bukanlah waktu yang terlalu singkat. Tapi untuk kamu yang masih kuliah dan punya segudang kegiatan, bisa jadi waktu seminggu itu kurang untuk membaca sebuah buku. Seandainya waktu peminjaman buku bisa sesuka hati, pasti banyak peminatnya ya?

7. Denda

Alasan Orang Malas ke Perpustakaan
Foto : pexels.com

Penarikan denda berupa uang untuk pengembalian buku yang terlambat diharapkan dapat membuat peminjam mengembalikan buku tepat waktu. Namun penerapan denda membuat peminjam takut mengembalikan jika buku tak kunjung dikembalikan dalam kurun waktu yang lama. Padahal buku yang tidak kembali saat dipinjam, berarti buku tersebut menemukan pembacanya dan termanfaatkan, bukan hilang. Karena buku hanya hilang atau musnah jika terbakar atau terkena air. Jadi direlakan saja, sehingga banyak orang yang mau berkunjung dan meramaikan perpustakaan.