Halo, Takaiters! Kamu semua pasti sudah familiar dong nulis dengan keyboard atau keypad. Ya, sehari-hari kita pasti menulis di perangkat elektronik, seperti komputer, tablet, ataupun smartphone. Tahu juga dong, kenapa ponsel kamu disebut hape qwerty? Tentu saja karena susunan huruf-huruf pada keyboard atau papan tekannya memiliki susunan QWERTY di sudut kiri atas.

Ngomong-ngomong soal keyboard qwerty, pernah nggak sih kepikiran kenapa susunannya berantakan? Kok nggak dibuat sesuai abjad saja ya? Hmm, kita telisik satu persatu ya sejarah awal mulanya.

Alasan susunan keyboard qwerty tidak sesuai dengan abjad
Foto : pexels.com

Keyboard diciptakan oleh Sholes dan Dunsmore pada tahun 1860-an. Awalnya, mereka memang menciptakan perangkat ini dengan urutan sesuai abjad yaitu ABCDEFG. Namun, hal ini ternyata mendatangkan masalah tersendiri. Meningkatnya kemampuan user, ternyata tidak seimbang dengan kemajuan teknologi. Akibatnya, tombol huruf tertentu sering macet gara-gara orang dapat mengetik terlalu cepat, dan mengganggu pekerjaan mereka.

Nah, untuk mengantisipasi masalah tersebut, akhirnya diciptakannya keyboard baru dengan desain yang lebih sulit dan tidak efisien. Tujuannya, agar para penggunanya tidak terlalu cepat dalam bekerja, sehingga keyboard pun tidak sering jammed atau macet. Wah, lucu ya!

Pilihan Editor

Well, ditahun 1873, keyboard desain baru ini pun dijual kepada Remington untuk diproduksi dalam jumlah banyak. Sejak saat itu, masalah per-keyboard-an pun teratasi. Nggak ditemukan lagi deh, kasus keyboard yang jammed atau macet seperti dahulu, tentu saja dengan didukung oleh teknologi yang jauh lebih baik.

Sebenarnya, selain keyboard QWERTY seperti yang kita kenal ini, ada juga sejumlah keyboard lain dengan desain dan susunan huruf yang berbeda. Salah satu yang paling terkenal adalah keyboard DVORAK Simplified Keyboard (DSK). Alat ini diperkenalkan oleh August Dvorak pada tahun 1936 dan diklaim memiliki beberapa keunggulan yang tak dimiliki oleh keyboard QWERTY. Di antaranya adalah desainnya yang lebih agronomis, efisien dan lebih mudah dipakai.

Alasan susunan keyboard qwerty tidak sesuai dengan abjad
Foto : 3.bp.blogspot.com

Namun, keyboard ini nampaknya harus mengalah pada kenyataan di lapangan, bahwa masyarakat dunia terlanjur familiar dengan keyboard QWERTY yang sudah lebih dulu populer. Karena itu, nggak ada perusahaan yang mau mengambil risiko dengan mengganti penggunaan keyboard QWERTY dengan DVORAK.

Hingga saat ini masyarakat dunia ogah beralih ke keyboard lain yang lebih efektif. Faktor kebiasaan kemungkinan menjadi alasan paling populer di baliknya. Faktanya, pada tahun 1966 keyboard QWERTY ini dikukuhkan sebagai perangkat dengan standard internasional. Dan sepertinya, ini menjadi kabar buruk bagi kompetitornya. Bagaimana menurutmu, Guys?