Hai, Takaiters!

Tahukah kamu bahwa pencetus pertama teori gravitasi bukan Isaac Newton, lho.  Teori gravitasi pertama kali dicetuskan oleh Al-Khazini pada abad ke 12. Al Khazini adalah seorang ilmuwan muslim yang berasal dari Bizantium Yunani. Saat masih kanak-kanak dia sudah mempelajari sastra, matematika, astronomi, dan filsafat. Tetapi, pelajaran yang paling dikuasainya adalah astronomi dan filsafat.

Charles C Jilispe, editor Dictionary of Scientyfic Bibliography menjuluki saintis Muslim, Al-Khazini sebagai fisikawan terbesar sepanjang sejarah. Banyak kontribusi yang telah diberikannya. Dimulai dari banyaknya teori sains yang telah dicetuskannya. Teori-teori tersebut antara lain metode ilmiah eksperimental dalam mekanik, energi potensial gravitasi, perbedaan daya, masa dan berat, serta jarak gravitasi.

Ilmuwan ini bernama lengkap Abdurrahman al-Khazini. Siapa yang menyangka bila ilmuwan ini adalah seorang budak. Ya, saat Kesultanan Turki berhasil menduduki Konstantinopel, al-Khazini adalah budak Dinasti Seljuk Turki. Keberhasilannya sebagai seorang ilmuwan tidak terlepas dari kebaikkan tuannya. Tuannya memberikan dia Pendidikan yang baik. Bahkan al-Kazini dikirimkan untuk belajar pada seorang ilmuwan dan penyair agung dari Persia bernama Omar Khayyam. Dari sang guru, dia mempelajari sastra, metematika, astronomi, dan filsafat.

Al-Khazini menulis buku yang berjudul Az-Zij As-Sanjari. Buku tersebut membahas tentang posisi 46 bintang. Buku tersebut menjadi rujukan bagi para ilmuwan dan pelajar yang ingin mempelajari ilmu astronomi. Dalam bidang fisika, al-khazini menulis kitab Mizan Al-Hikmah. Banyak peralatan yang telah dia ciptakan untuk penelitian dan pengembangan astronomi. Ada tujuh peralatan penting yang ia ciptakan, yaitu triquetrum, dioptra, perlatan segi tiga, quadran dan sektan, astrolab serta peralatan asli tentang refleksi.

Berkat kepandaiannya itu, al-Khazini menjelma menjadi seorang ilmuwan yang terpandang. Dia mendapat perlindungan langsung di bawah Sultan Seljuk. Namun ini tak membuatnya sombong. Al-Khazini menjadi ilmuwan yang sangat bersahaja. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Salah Zaimeche PhD (2005) dalam bukunya berjudul Merv. Meski kepandaiannya sangat dikagumi dan berpengaruh, ia tak silau dengan kekayaan. Menurut Zaimeche, al-Khazini sempat menolak dan mengembalikan hadiah sebesar 1.000 keping emas (dinar) dari seorang istri Emir Seljuk. “Ia hanya merasa cukup dengan uang tiga dinar dalam setahun,” papar Zaimeche.

Pilihan Editor



Pemikiran-pemikiran al-Khazini banyak dipengaruhi oleh sejumlah ilmuwan besar seperti Aristoteles, Archimedes, Al-Quhi, Ibnu Haitham atau Alhacen, al-Biruni serta Omar Khayyam. Selain itu, pemikiran al-Khazini juga sangat berpengaruh bagi pengembangan sains di dunia Barat dan Islam. Salah satu ilmuwan Barat yang banyak terpengaruh al-Khazini adalah Gregory Choniades – astronom Yunani yang meninggal pada abad ke-13 M.

Dari teori-teori yang dia temukan sebelumnya, lahirlah teori gravitasi. Al-Khazini menjadi orang pertama yang menerapkan teori gravitasi ke dalam benda tiga dimensi. Dalam bukunya itu, al-Khazini juga memaparkan suatu teori tentang gravitasi serta tabel-tabel kerapatan sejumlah besar zat cair dan zat padat. Al-Khazini juga mempunyai gagasan mengenai pengaruh temperatur terhadap kerapatan, dan tabel-tabel berat spesifik umumnya tersusun dengan cermat.

Teori gravitasi yang diciptakannya memakai pendekatan hukum non-Archimedes dalam studi hidrostatika. Menurutnya, kuat gravitasi berubah sesuai dengan jarak antara benda yang jatuh dengan benda yang menariknya. Dengan penemuan ini berarti al-Khazini telah melihat variabel baru yang terlibat dalam kekuatan gravitasi, yaitu jarak antara dua benda. Al-Khazini berperan penting dalam meletakkan pondasi pengembangan mekanika klasik di era Renaisans Eropa.

Selain teori fisika dan atronomi, al-Khazini juga menghasilkan teori kimia dan biologi. Secara khusus, dia menulis tentang topik evolusi dalam ilmu kimia dan biologi. Dia membandingkan antara transmutasi unsur dengan transmutasi spesies.

Kendati tidak banyak catatan sejarah yang menulis kisahnya, pemikiran-pemikiran al-Khazini sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern saat ini. Pemikiran-pemikirannya telah diwariskan untuk sumbangsih peradaban masa kini. Al-Khazini wafat pada abad ke 12 M.