Halo, Takaiters!

Jika Sidoarjo dikenal sebagai daerah yang tenggelam akibat lumpur panas lapindo, Geamana tenggelam akibat limbah. Geamana adalah nama sebuah desa di negara Rumania. Tercatat ada sekitar 400 keluarga yang terpaksa meninggalkan desa mereka akibat limbah dari tambang perunggu di pertambangan Rosia Poieni di Pegunungan Apuseni, Alba, Rumania, yang terus membanjiri desa mereka.

Semua berawal ketika Rumania dipimpin oleh seorang diktator Nicolae Ceausescu yang ingin menguras habis sumber daya alam yang dimiliki negara itu. Kala itu di tahun 1977, Rumania memiliki tambang perunggu yang sangat bernilai. Nicolae tak ingin menunggu lama untuk mengeruk sumber pemasukan terbesar negaranya itu. Secara besar-besaran ia mempekerjakan penambang untuk mengangkut perunggu dari perut bumi.

Geamana Sebelum Tenggelam

Foto: primanatura.ro

Para penduduk sengaja diusir oleh Nicolae karena desa mereka digunakan untuk pembuangan limbah penambangan. Karena penambangan yang dilakukan tanpa henti dan menghasilkan limbah yang tiada henti pula, Geamana perlahan-lahan tenggelam dan hanya menyisakan beberapa rumah yang terletak diatas bukit dan menara gereja. Dahulu ada sekitar 1000 jiwa yang tinggal disana dan kini hanya ada 20 jiwa.

Limbah yang Menenggelamkan Geamana

Foto: Miamirail.org

Izin penambangan di daerah tersebut dimiliki oleh Cuprumin Abrud. Kementerian Lingkungan Hidup Rumania mengatakan, diperlukan dana sekitar 15 ribu Euro untuk memperbaiki lingkungan di Geamana. Izin penambangan sebenarnya berakhir pada tahun 2011 dan pemerintah berusaha mengajak masyarakat sekitar untuk memprivatisasi penambangan pada Maret 2012, namun usaha itu gagal. Saat ini ada sekitar 200 pekerja tambang dari jumlah awalnya 3000 pekerja.

Geamana Kini

Foto: travelwithasmile.net

Limbah dari penambangan itupun kini menciptakan sebuah danau yang cantik. Pemandangan disekitar danau semakin istimewa dengan penampakan menara gereja yang tidak tenggelam. Hal unik ini menarik minat wisatawan untuk datang kesini. Atap dan menara gereja yang tersisa seolah menyimpan kesedihan dan menjadi saksi bisu bagaimana daerah itu ditenggelamkan limbah.

Pilihan Editor



Karena proses pembentukannya yang terjadi akibat pembuangan limbah perunggu, danau ini pun tidak sama dengan danau-danau alami lainnya. Danau Geamana mengandung banyak racun yang berbahaya bagi manusia. Oleh karena itu, pengunjung harus berhati-hati saat mengunjungi tempat ini.

Meskipun beracun, perpaduan warna orange, merah dan hijau membuat danau ini begitu memesona. Pantulan perpaduan warna-warna tersebut sejenak bisa melupakan kisah sedih dibelakangnya.

Danau Geamana

Foto: xinature.com

Tidak hanya turis, banyak ilmuan dunia yang mendatangi danau Geamana untuk penelitian. Bahkan sampai saat ini para ilmuan masih terus mendatangi danau Geamana dan melakukan penelitian. Secara berkala, berbagai kandungan zat kimia terus ditemukan.

Geamana di Musim Dingin

Foto: de.wikipedia.org

Di musim dingin danau Geamana memiliki pemandangan yang berbeda. Semua membeku dan permukaannya tertutup salju. Para turis pun bebas berjalan-jalan diatasnya. Adapula yang bermain ski. Tentu tetap harus berhati-hati meskipun semuanya didominasi putihnya salju. Karena kandungan zat kimia beracun tetap mengendap dibawahnya.

Takaiters, dari pencemaran lingkungan Geamana ini banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Manusia sebagai raja di muka bumi ini memang banyak melukai lingkungan dan makhluk hidup lain. Mari sama-sama kita jaga bumi kita agar ia tak terlalu cepat menua akibat rakusnya manusia.