Mangga Alpukat? Emang buah Mangga ada yang rasa Alpukat? Atau Mangganya mirip dengan buah Alpukat. Hmmm….tentu Takaiters udah sering dong denger tentang buah yang sedang naik daun ini. Tapi, Takaiters masih penasaran seperti apa sih buah Mangga Alpukat itu.

Mangga Alpukat memang sedang ngetrend saat ini. Di media sosial, buah ini jadi perbincangan. Banyak diantara mereka yang bilang bahwa buah ini hanyalah berita hoax saja. Sebab, mana mungkin Mangga ada kayak Alpukat. Ya begitulah bentuk komentar sebagian orang di Media sosial.

Nah, kira-kira mana yang fakta dan mana yang hoax ya? Supaya nggak bikin kamu penasaran, ada beberapa hal unik dari si Mangga Alpukat yang Takaiters perlu ketahui. Cekidot!


Asal usul Mangga Alpukat

viral mangga alpukat
Foto: desasumberanyar.web.id

Mangga Alpukat adalah variatas baru dari Mangga Gadung. Namun tidak semua Mangga jenis gadung bisa diiris seperti buah Alpukat. Mangga Alpukat ini awalnya diteliti oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di balai penelitian di daerah Cukurgondang, Grati, Kabupaten Pasuruan.

Nama Mangga ini awalnya adalah Klonal 21. Dinamai itu karena hasil kloning dari Mangga Gadung yang ke-21. Namun, karena memiliki kekhasan atau karakter tertentu, pemerintah setempat lebih mudah menamainya Mangga Alpukat.

Kenapa harus Mangga Alpukat? Karena dari cara mengirisnya, Mangga jenis ini mengirisnya seperti Alpukat. Diiris di tengah dan langsung bisa dibuka. Bagian atas dan bawahnya terpisah. Bagian atas murni berisi daging buahnya. Sedang yang bawah bercampur dengan biji (pelok) nya.

Tak hanya cara bukanya. Cara makannya pun seperti Alpukat. Buah bagian atasnya bisa disendok. Lebih legit dan rasanya lebih manis. Nah, coba Takaiters membandingkannya dengan Mangga Gadung lainnya. Kalau diiris tengah, Bagian atas dan bawah susah lepas. Kalaupun lepas, air pada buahnya akan nelocor kemana-mana. Nah, itu bedanya Takaiters.

Pilihan Editor

Nah, pada 2016 lalu, pihak pemerintah setempat mematenkan Mangga Alpukat ini ke Kementerian Pertanian RI. Bahkan, salah satu kelompok tani asal Rembang, Kabupaten Pasuruan, juga pernah mendapatkan penghargaan lho dari Kementan RI kala itu. Karena dianggap sukses mengembangkan buah unik yang satu ini.

Asyik, Buahnya bisa dipetik sendiri

viral mangga alpukat
Foto: Pemkab Pasuruan

Bentuk mangga ini tidak berbeda dengan Mangga gadung lainnya. Baik dari ukurannya maupun warnanya. Mangga Alpukat memiliki rasa super manis, daging tebal, tidak memiliki kandungan air yang banyak, sehingga bisa diputar hingga daging terpisah dengan bijinya. Begitu juga dengan pohon dari mangga ini  tidak tumbuh tinggi. Jadi Takaiters bisa petik buah sendiri. Asyik, kan!

Keunikan lain dari Mangga Alpukat ini, tidak bisa ditanam disembarang daerah. Mangga ini memang bisa ditanam di daerah lain. Namun, begitu berbuah, rasa dari buah mangga akan berbeda. Mangga jenis ini hanya cocok ditanam di tanah yang berjenis tanah hitam atau berlempung. Tingkat kelembabannya tidak tinggi. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Bahkan, di daerah Pasuruan pun, tidak semua bisa. Kontur tanahnya berjenis tanah hitam. Tanah yang cocok untuk mangga jenis ini banyak didapat di Desa Rembang Kabupaten Pasuruan.

Di beberapa lahan, petani juga wellcome dan ramah pada wisatawan. Di antara petani, ada yang menyediakan wisata petik Mangga. Di sini, pengunjung atau pembeli bisa memilih dan memetik Mangga Alpukat sendiri. Selain dijadikan oleh-oleh, petik mangga alpukat juga bisa dijadikan alternatif wisata di Kabupaten Pasuruan.

Menjadi Ikon yang sudah mendunia

viral mangga alpukat
Foto: amazonaws.com

Mangga Alpukat kini menjadi produk unggulan khas Pasuran. Setiap berkunjung ke wilayah tapal kuda di Jawa Timur ini, Takaiters sempatkan waktu sejenak untuk petik buahnya. Masa panen buah ini antara bulan September – Oktober. Itupun kalau masih ready stock lho ya?

Sebab, oleh petani Rembang, buah ini sudah banyak yang pesan. Mereka sudah canggih dalam urusan packaging. Ditaruh dalam kotak kardus. Satu kotak rata-rata berisi 10 Kg atau 18-20 buah Mangga Apukat.  Bahkan pembeli banyak yang datang langsung dan memesan dalam jumlah yang banyak.

Mereka kerap memasarkan Mangga ini mulai wilayah Jawa Timur, luar jawa, luar pulau sampai mancanegara. Di antaranya Malaysia dan Singapura. Harga yang ditawarkan sebenarnya tidak terlalu mahal. Satu kilonya sekitar Rp 20.000. Tergantung besar kecilnya buah.


Nah, Takaiters tertarik bukan? Yuk, datang rame-rame petik Mangga Alpukat di Pasuruan.