Perjalanan hidup manusia memang sering sekali menghadapi hambatan, terutama untuk mereka yang jauh dari kampung halaman. Masalah silih berganti menghadang, menuntut untuk di selesaikan dengan segera tanpa ada waktu jeda sama sekali.

Hal seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pemuda Minangkabau. Tapi mengapa mereka selalu bisa sukses dan bertahan menghadapi cobaan seperti ini? Bukan rahasia lagi mereka banyak mempelajari petuah-petuah yang diberikan oleh orang tua mereka masing-masing.

Berikut ini adalah 6 petuah sukses para perantau Minangkabau dalam menghadapi masalah hidup.

1. Takuruang Nak Dilua, Tahimpik Nak Diateh

Takuruang Nak Dilua yang artinya jika sudah terkurung kita harus bisa keluar dari kurungan tersebut. Tahimpik Nak Diateh yang artinya ika kita sedang terhimpit harus berada diatas. Petuah tersebut menjadikan para perantauMinang sangatlah kuat terhadap keras nya hidup dimana pun mereka berada.

PILIHAN EDITOR

2. Indak Ado Rotan Aka Pun Jadi, Indak Kayu Janjang Dikapiang

Arti dari petuah ini adalah orang minang harus menjadi orang yang kreatif dalam menjalani hidup. Hal ini mungkin terdengar sangat biasa saja, tapi petuah ini selalu menjadi andalan bagi orang Minang yang sedang hidup di tanah rantau. Banyak dari mereka yang pergi ke tanah rantau tidak hanya sekedar belajar saja, tapi mereka juga mencari nafkah untuk memenuhi kehidupan di tanah rantau.

3. Baraja ka Nan Manang, Mancontoh Ka Nan Sudah

Petuah ini selalu diberikan oleh para orang tua di Minang ketika melepas anak nya pergi merantau. Mereka yang pergi dari kampung halaman, harus banyak belajar dari yang sudah sukses. Kemudian mereka juga harus mempelajari setiap kesalahan dari orang yang sudah sukses agar tidak kembali terulang kepada dirinya sendiri.

4. Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjuang

Dimana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung. Terlepas dari artian baku tadi, petuah ini mengajarkan kita untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan dimana kita sedang tinggal. Tidak heran jika banyak pemuda Minang sangat mudah bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan di sekitar mereka. Bukan hanya dalam pergaulan saja, penerapan petuah ini juga sering dilakukan ketika mereka sedang berbisnis.

5. Alam Takambang Jadi Guru

Ini merupakan salah satu petuah yang sangat filosofis. Alam yang terbentang merupakan guru atau pelajaran yang harus kita ambil ketika berada di kehidupan. Mengapa kita harus mencontoh alam? Karena memang alam merupakan salah satu hal yang tidak pernah bisa stabil, selalu ada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kita harus percaya adanya perubahan atau kemungkinan dalam setiap kehidupan.

6. Adat Basandi Syarak, syarak basandi kitabullah

Orang Minang memang sangat kental dengan adat dan juga syariat agama. Oleh karena itu salah satu petuah ini mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh kepada adat dan agama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Itulah 6 petuah yang selalu diberikan para orang tua di Minang kepada setiap anak-anaknya. Kalian juga bisa mengambil hal ini untuk menjadi panutan dalam hidup. Semoga kita selalu dimudahkan dalam menjalani hidup ini. Amin