Hai, Takaiters!

Kita dihadapkan pada begitu banyak persoalan dalam hidup. Suka dan tidak suka, benci dan cinta, baik dan buruk kegagalan dan keberhasilan, terus menghampiri hidup kita, berputar bagai roda. Banyak hal yang mengharuskan kita lebih sabar menjalani hidup. Ketahanan kita menghadapi segala kesulitan berpengaruh besar pada keberhasilan kita menjalaninya.

Bila dihadapkan pada kenyataan pahit dan sakit hati, kita sering lepas kendali. Kebencian yang teramat sangat dapat memunculkan dendam. Dendam ini adalah penyakit hati yang menyiksa diri. Kita akan terus dilingkupi rasa sesak yang menyiksa dan membuat tidak nyaman menjalani hari-hari. Menyimpan dendam sama dengan menyimpan bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Merusak tatanan kehidupan kita dan menghancurkan kedamaian hidup.

Karenanya, mari kita simak 6 langkah mengusir rasa dendam berikut ini.

1. Memaafkan dan Melupakan

Foto: pexels.com

Mengikhlaskan perbuatan dan perkataan buruk yang telah diperbuat orang terhadap kita tentu tak mudah. Berat dan menyiksa batin. Tapi menyimpannya dalam bingkai dendam hanya membuat langkah kita terhambat. Melupakan adalah cara terbaik memaafkan.

2. Berpikir Positif dan Mengambil Hikmah

Foto: pexels.com

Selalu berpikir positif membuat kita mampu mengambil langkah setelah terjatuh. Tiada yang terjadi di dunia ini yang tiada hikmah dan pelajaran di dalamnya. Ambil saja hikmahnya. Lepaskan kenangan buruknya meski tak mudah.

3. Mengisi Waktu dengan Kegiatan yang Berarti

Foto: pexels.com

Menyibukkan diri dengan banyak kegiatan yang berarti bagi diri dan orang lain dapat memalingkan perhatian pada kebencian dan sakit hati yang memicu dendam. Bergaullah dengan banyak teman yang menginspirasi.

4. Menerima Apa Adanya

Foto: pexels.com

Terimalah kenyataan apa adanya. Membawanya dalam kemarahan hanya membuang energi positif dalam diri.

5. Fokus Pada Masa Depan

Foto: pexels.com

Melepas masa lalu dan fokus pada masa depan adalah cara terbaik untuk lebih konsentrasi pada langkah positif dan cita-cita. Segala hal yang menghambat langkah harus disingkirkan.

6. Membalas dengan Kebaikan

Foto: pexels.com

Membalas keburukan dengan keburukan hanya akan mendapatkan rasa puas. Tidak akan menyelesaikan masalah malah memunculkan masalah baru. Kita jadi berperangai sama buruknya dengan orang yang membuat kita dendam dan sakit hati.

Lepaskan diri dari jeratan rasa dendam. Membiarkannya bersemayam di hati akan membunuh logika dan hati nurani. Ikhlaskan yang telah lalu. Membuang kebencian akan menenteramkan jiwa daripada membingkainya dengan dendam. Biarlah waktu yang mengobati luka masa lalu.