Halo, Takaiters!

Firman Allah SWT dalam Alquran:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Sifat manusia yang selalu mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Buruk sangka merupakan penyakit hati. Munculnya berita hoax yang membanjiri di sekitar kita akhir-akhir ini, muncul karena sikap merasa paling benar dan selalu mencari kesalahan-kesalahan orang lain. Suasana hati dan pikiran menjadi tidak menentu. Pikiran dan hati kita sering cepat menilai orang lain terlalu dini tanpa mencoba melihat aspek positifnya sedikit pun.

Konflik dalam rumah tangga, pasangan kekasih, kelompok masyarakat banyak terjadi akibat sikap buruk sangka ini. Banyak sekali contoh buruk sangka yang terjadi secara instan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ucapan salam kita tidak dijawab oleh orang lain, maka berbaik sangkalah, siapa tahu mereka tidak mendengar ucapan salam kita.

Foto: coolwalpaperapp.com

Guys, berburuk sangka terhadap orang lain tidak ada sedikitpun manfaatnya, malah menimbulkan keburukan bagi diri sendiri, antara lain: Menumpuk dosa, mengganggu kesehatan jiwa dan mental, hidup tidak produktif karena sibuk mencari kesalahan-kesalahan orang lain, membuang energi dan waktu, sulit untuk merasa bahagia dan bersyukur, menimbulkan penyakit fisik, karena sIstem kekebalan tubuh melemah secara drastis, bersikap pengecut, melemahkan semangat hidup, hidup dalam kondisi yang tidak rasional dan tidak nyaman, dan selalu tegang karena tidak pernah berpikir positif.

Bagaimana mengelola hati dan pikiran agar terhindar dari buruk sangka? Mari kita kupas 5 tips manajemen hati berbaik sangka dibawah ini. Mulai sekarang belajar menanamkan 5 tips ini di dalam hati dan pikiran kita.

1. Setiap Orang Itu Baik Adanya

Foto: unsplah.com

Mencoba berbaik sangka kepada orang lain dengan menerima dirinya apa adanya tanpa kita menambahkan penilaian apapun. Kita perlu menyadari bahwa manusia bukanlah sebuah benda mati, namun mahluk hidup yang memiliki emosi dan jiwa.

2. Setiap Orang Memiliki Potensi dan Sumber Daya

Foto: pexels.com

Perlu keyakinan positif terhadap orang lain, bahwa setiap manusia memiliki potensi dan sumber daya untuk berhasil. Sumber daya seseorang itu dalam bentuk pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya.

3. Perubahan dalam Diri Seseorang Tidak Terelakkan

Foto: pexels.com

Seiring berjalannya waktu setiap orang akan berubah. Perubahan itu tidak terelakkan, meskipun manusia sering bersikap menolak terhadap setiap perubahan. Berbaik sangka dengan prinsip ini membuat kita selalu optimis terhadap siapapun, bahwa mereka akan berubah.

4. Perilaku Seseorang Pasti Ada Alasan Positifnya

Foto: unsplash.com

Berbaik sangka dan yakin bahwa dalam setiap perilaku seseorang, entah melihatnya baik atau buruk sebenarnya didasari oleh niat positif oleh pelakunya. Saat seseorang marah-marah kepada pasangannya karena hal sepele, seperti saat bicara sang pasangan asyik memainkan HPnya, mungkin saja alasan positifnya karena yang bersangkutan ingin didengarkan dan dihargai.

5. Setiap Orang Mengambil Keputusan Terbaiknya

Foto: pixabay.com

Berbaik sangka terhadap setiap keputusan yang diambil orang lain. Yakinlah bawa keputusan seseorang itu pasti keputusan yang paling tepat dan paling baik berdasarkan sumber daya dan pilihan yang tersedia pada saat itu berdasarkan kadar pengetahuan skill dan pengalamannya masing-masing.

Hindarkan berasumsi bahwa keputusan orang lain itu bodoh. Ukuran bodoh di sini itu asumsi kita. Belajar melihat dengan kacamata orang lain tidak merasa paling benar dan dapat menilai kehidupan orang lain. Kita tidak mengetahui sumber daya yang dimiliki orang itu saat mengambil keputusan tersebut.

Hikmah apa yang didapat dengan melatih menggunakan 5 tips di atas?
Hikmah yang diperoleh dengan menerapkan ke 5 tips diatas dalam hati dan pikiran kita maka hidup kita menjadi lebih nyaman. Kenyamanan hidup ini timbul karena kita sudah mampu selalu berbaik sangka kepada orang lain, antara lain karena hal-hal berikut :
1. Meredam sikap 3M yaitu:
• Merasa paling benar
• Mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain
• Mencari alas an untuk menyalahkan orang lain
2. Memandang setiap orang itu unik dari kacamata positif
Ayo mulai sekarang, latihlah hati dan pikiran kita untuk memikirkan segala hal yang positif! Jika hati dan pikiran kita jernih, maka kita akan bertambah ilmu dan akhlak kita akan semakin baik. Hidup kita menjadi lebih nyaman dan tenang. Dampak positifnya, kita mampu menerima siapapun apa adanya.