Tidak ada seorang pun di dunia yang terlahir tanpa nama. Pemilihan nama-nama yang diberikan oleh orangtua Indonesia umumnya tergantung dari suku bangsa, harapan, dan doa baik yang diharapkan menyertai sang anak kelak. Karena Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, maka pemberian nama pun variatif dan unik. Bagaimana dengan pemberian nama anak di tanah Minang?

Ternyata tanah tempat Urang Awak ini memiliki keunikan dalam hal pemberian nama, guys. Berdasarkan penelitian yang dimuat di kompasiana, setidaknya terdapat 5 jenis nama-nama orang Minang sebagai berikut :

Nama yang berasal dari nama orang saisuak (nama masa lalu)

Ternyata orang Minang masih memilih beberapa nama dari leluhur masa lalu. Contohnya   nama Andamsori, Lenggogeni, Ambun, Rambun, Cindua (Cindur), Joki, Legan, dan lain-lain. Nama-nama itu sangat jarang dipakai saat ini tetapi tetap ada.

Nama yang berasal dari singkatan nama ayah dan ibu

Penghormatan kepada leluhur diwujudkan dalam penggabungan nama dari ayah dan ibu. Bahkan dalam beberapa keluarga ada penggabungan yang terdiri atas ayah-ibu dan kakek-nenek. Alhasil, nama yang tercipta cenderung terdengar asing, bahkan aneh di telinga orang Minang maupun luar Minang.

Penasaran dengan nama-nama aneh tersebut? Contoh nama-nama itu adalah Enwilismirni, Marliswar, Yeldimir, Mineli dan lain-lain. Nama-nama seperti itu paling banyak pada orang minang, jadi bila kamu pernah mendengar nama “aneh” seperti itu, yakinlah 99% pastilah itu nama orang Minang.

Pilihan Editor



Nama yang berasal dari nama-nama Islam

Nama-nama seperti Ahmad Azhar, Syarif Abdullah, Saiful Bahri dan lain-lain sebagainya biasa terdiri dari dua nama Islam. Nama pertama adalah nama yang bersangkutan dan nama kedua adalah nama ayah.

Terkadang masih terdapat penambahan nama belakang lain, yakni nama suku orang Minang seperti Iskandar Idris Piliang, Arifin Zubair Jambak, Alfian Mustafa Chaniago, Zainudin Rakhmat Koto dan lain-lain. Piliang, Jambak, Chaniago, Koto adalah nama-nama suku Minang.

Nama yang dipengaruhi dengan unsur Eropa

Pemberian nama berbau barat ini biasanya untuk menunjukkan bahwa individu yang bersangkutan terkesan maju dan modern. Tidak heran ada sebagian orang Padang memiliki nama depan gaya Eropa seperti Martinus, Yulius, atau Steven.

Namun, nama barat hanya diberikan untuk nama depan saja. Sedangkan penamaan belakang tetap mengacu pada nama ayah, suku, ataupun penggabungan dari keduanya.

Nama yang diambil dari nama Jawa

Biasanya pemberian nama Jawa dimaksudkan sebagai doa untuk mencapai nasib baik. Namun, ada sebagian asumsi yang mengatakan, bahwa pemberian nama berbau Jawa adalah strategi penutupan identitas karena ada beban sejarah peristiwa PRRI tahun 1958. Asumsi ini belum dapat dibuktikan kebenarannya 100%.

Begitulah, Takaiters. Nama-nama orang Minang memang memiliki keunikan tersendiri. Dan, seiring berjalannya waktu, bisa jadi akan bermunculan lagi nama-nama unik lainnya.