Hai, Takaiters!

Hari kemerdekaan Republik Indonesia tinggal menghitung hari. Tak kalah menarik daripada Asian Games 2018 yang rencananya akan digelar pada tanggal 18 Agustus mendatang, kamu juga perlu tahu tentang fakta sejarah yang kerap diabaikan generasi muda saat ini, Guys.

Yap! 17-an pastilah identik dengan upacara bendera yang digelar di mana-mana, mulai dari Sabang hingga Merauke. Tak ketinggalan, kamu pun juga turut mengikutinya. Yang menarik, bendera kebanggaan Indonesia, Sang Saka Merah Putih rupanya menyimpan sejarah yang sangat menarik untuk dibahas, tak kalah dengan drama Korea yang kamu favoritkan, lho. Dan inilah 5 fakta tentang Sang Saka Merah Putih, simak ulasannya!

Warna merah putih rupanya berasal dari bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13

Foto: jadiberita.com

Fakta sejarah pertama mengatakan bahwa bendera Merah Putih yang dikibarkan di negeri kita rupanya ada sejak zaman Majapahit, lho. Bendera dua warna ini kemudian dihidupkan kembali oleh para tokoh  nasionalis serta mahasiswa pada abad ke-20 sebagai simbol perlawanan melawan Belanda.

Sang Saka Merah Putih dibuat oleh Fatmawati, istri Presiden pertama Republik Indonesia

Foto: sejarahri.com

Sang Saka Merah Putih yang pertama kali dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 ini ternyata dijahit sendiri oleh istri Presiden pertama Republik Indonesia yang bernama Fatmawati, Guys.

Bendera ini pertama kali dikibarkan di Jalan Pengangsaan Timur 56, Jakarta yang tak lain adalah rumah Presiden Soekarno. Bendera ini dinaikkan pada tiang bambu yang kemudian diiringi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama.

Saat Belanda mengusai Jakarta pada tahun 1946, Sang Saka Merah Putih sempat dipotong menjadi dua

Foto: boombastis.com

Guys, saat tahun pertama Revolusi Nasional Indonesia, bendera kita dikibarkan setiap hari, tak kenal siang dan malam. Pada tahun 1946, ketika Belanda menguasai Jakarta, bendera ini sempat disimpan di dalam koper Presiden Soekarno dan dibawa ke Yogyakarta.

Bendera Merah Putih ini pun sempat dipotong menjadi dua saat terjadi Operatie Kraai, potongan itu kemudian dibawa oleh Husein Mutahar untuk diamankan. Menjaga bendera Merah Putih bukanlah hal mudah pada zaman itu, Guys. Mutahar diharuskan menjaganya meskipun harus bertaruh nyawa. Mutahar memang sempat ditangkap oleh Belanda, tapi kemudian dia berhasil melarikan diri dan membawa bendera itu pada Soedjono yang akhirnya membawanya kepada Presiden Soekarno di pengasingan.

Merah Putih memiliki arti mendalam bagi bangsa Indonesia

Foto: jogja.tribunnews.com

Merah melambangkan darah, dan putih bermakna suci. Seperti itulah yang sering kita dengar. Bendera dua warna ini memiliki ratio 2:3. Yap! Merah di sini melambangkan banyaknya darah yang tumpah saat memperjuangkan kemerdekaan negeri kita, Guys. Sedangkan putih melambangkan kesucian, dan kemurnian Indonesia.

Meski telah usang, Sang Saka Merah Putih tetap dihadirkan dalam upacara bendera di Istana Merdeka, lho

Foto: arinabe.blogspot.com

Bendera pertama Republik Indonesia memang tak lagi bagus kondisinya, terdapat lubang akibat jamur dan gigitan serangga. Meski begitu, bendera yang dijahit oleh ibu Fatmawati ini selalu dihadirkan dalam upacara bendera di Istana Merdeka, Guys.

Bendera Merah Putih itu biasanya dibawa oleh salah satu dari pasukan paskibraka yang kemudian menyerahkannya kepada presiden RI. Bendera asli itu pun nantinya ditukar dengan bendera duplikat yang akhirnya dikibarkan saat upacara bendera setiap tahunnya.

Itulah beberapa fakta tentang Sang Saka Merah Putih yang perlu kamu tahu, Guys. Bendera ini memiliki nilai yang sangat penting dalam kemerdekaan negeri kita tercinta. Merah Putih tidak pernah mengalami perubahan desain bahkan coraknya telah ada sejak tahun 1293. Jadi, patutlah kita turut menjaga kehormatannya, sebab di balik berkibarnya bendera ini, terdapat lumuran darah para pejuang!