Hai, Takaiters!

Nursaka adalah bocah cilik yang tinggal di Tebedu, Serawak, Malaysia dan bersekolah di Entikong, Kalbar, Indonesia. Bocah ini viral di media sosial karena setiap hari harus pulang-pergi, Malaysia-Indonesia untuk bersekolah. Bocah bertubuh gempal, kelas 3 Sekolah Dasar ini setiap hari berseragam merah-putih, siap berangkat melintasi batas Malaysia-Indonesia demi dapat menempuh pendidikan.

Berikut 5 fakta tentang Nursaka yang semangatnya patut ditiru. Kita simak,yuk!

1. Perjalanan Tebedu, Serawak, Malaysia-Entikong, Kalimantan Barat, Indonesia, Setiap Hari

Foto: regional.kompas.com

Orangtua Nursaka adalah pekerja perkebunan di perbatasan Malaysia-Indonesia, karena keterbatasan ekonomi maka Nursaka di sekolahkan di Indonesia. Perjalanan Nursaka menuju SD Negeri 03 Sontas, Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, harus melewati keimigrasian Indonesia setiap harinya.

Nursaka berangkat dari rumahnya pukul 06.00 pagi dengan menggunakan oplet di Tebedu, Serian, Serawak, Malaysia, menuju ke PLBN Entikong. Kemudian,Β Nursaka melakukan pemeriksaan PLB (Pas Lintas Batas) oleh petugas imigrasi.Β  Setelah melalui pemeriksaan sebagai pelintas resmi, ia meneruskan perjalanannya dengan menggunakan ojek menuju sekolahnya sejauh 5 km. Demikian perjalanan Nursaka setiap harinya demi dapat bersekolah di Indonesia

2. Memiliki Dua Dokumen Imigrasi

Foto: aceh,tribunnews.com

Meski baru berusia 8 tahun, Nursaka telah terdaftar sebagai pelintas batas resmi. Saka memiliki dua dokumen keimigrasian, yaitu buku paspor internasional berwarna hijau dan buku Pas Lintas Batas (PLB) bersampul merah. Pas lintas Batas (PLB), adalah dokumen dimiliki oleh warga yang tinggal di perbatasan yang sudah ditentukan sesuai kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Malaysia melalui kebijaksanaan Sosek Malindo. Ini menggambarkan, walaupun masih kecil tetapi Nursaka sudah paham aturan dengan membawa dokumen perjalanan, karena setiap melintas perbatasan harus membawa dokumen resmi.

3. Menjadi Kesayangan Para Petugas Imigrasi

Foto: wartakota.tribunnews.com

Sejak tahun 2016, Nursaka yang biasa dipanggil dengan nama Saka, sudah sering terlihat di pos imigrasi, hingga akhirnya Saka mulai dikenal oleh para petugas pos imigrasi dan polisi yang bertugas karena Saka seringkali menunggu ayahnya menjemput di sana.

Pada suatu hari, ayahnya tidak dapat menjemput karena kesibukkan bekerja di kebun Saka pun menumpang kendaraan yang diberhentikan oleh petugas imigrasi untuk membawanya ke Entikong, pulang kerumahnya. Mulai saat itu, Nursaka menjadi perhatian dan kesayangan para petugas di pos imigrasi.

4. Tertidur Menunggu Jemputan

Foto: medcom.id

Tak jarang Saka tertidur di lantai pos imigrasi karena kelelahan bermain dengan temannya di sekolah atau karena lama menunggu kendaraan yang akan ditumpanginya menuju Entikong jika perlintasan sedang sepi.

5. Mendapatkan Bea Siswa dan Sepada

Foto: aceh.tribunnews.com

Kisah Nursaka, menjadi viral berkat video yang dibuat dan diunggah Imigrasi Entikong di media sosial. Bukan hanya warganet saja yang memberikan apresiasi positif tetapi Pak Jokowi, presiden Indonesia yang terkenal suka membagi-bagikan sepeda, memberikan sepeda kepada Nursaka untuk mempermudah Nursaka berangkat ke sekolah. Selain mendapatkan sepeda, Nursakan juga mendapatkan beasiswa dari Bank BNI Cabang Balai Karang. Beasiswa tersebut diberikan dalam rangka HUT ke-73 Radio Republik Indonesia (RRI) di Entikong.

Demikian 5 fakta tentang Nursaka, Guys, bocah cilik pelintas batas yang patut ditiru dan dihargai akan jiwa nasionalismenya. Dengan semangat untuk menuntut ilmu, ia rela setiap hari harus melewati dua negara, dan ia bangga akan Indonesia. “Saya Indonesia,” ungkapnya.

Membanggakan, ya ‘kan, Guys? Ayo, kamu pun jangan kalah semangatnya dengan Nursaka! Semoga bermanfaat.