Holla, Takaiters!

Ramadan sudah sangat dekat. Denyutnya semakin terasa. Rindu menggebu segera ingin bertemu dengan bulan yang suci. Semua umat Islam sudah bersiap untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Tak terkecuali kita dan seluruh umat muslim yang ada di dunia.

Guys, di negeri kita, suasana Ramadan sungguh sangat berbeda dengan hari-hari biasa. Kamu pasti menyadari itu. Menjelang berbuka, para pedagang takjil dadakan ramai di sepanjang jalan. Bunyi kentongan pun menjadi alarm bagi yang ingin melaksanakan sahur. Gema suara adzan menjadi momen yang sangat dinanti. Belum lagi semaraknya malam takbiran, membuat kita rindu tiada henti.

Sungguh sangat berbeda dengan Ramadan di negeri Sakura. Bagi minoritas, puasa di Jepang tentu punya tantangan tersendiri. Jumlah umat muslim di sana bahkan bisa dihitung dengan jari, Guys. Tetapi, semua kesulitan itu tak menjadikan umat muslim mengeluh saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Justru mereka mencari cara untuk saling menguatkan, berkumpul dalam kehangatan serta memaksimalkan ibadah di tengah rutinitas yang super padat.

Nah, di bawah ini ada beberapa fakta menarik seputar Ramadan di negeri Jepang. Apa saja, ya? Simak ulasannya ya, Guys!

Ramadan tak berbeda dengan hari-hari biasa

puasa ramadan di jepang
Foto: okezone.com

Karena umat muslim adalah minoritas di negeri Jepang, jadi tak heran jika muslim yang berpuasa di sana juga harus menjalaninya dengan suasana dan rutinitas yang tak jauh berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya.

Belum lagi Jepang sangat terkenal dengan disiplin tinggi yang tentu saja harus tetap dipatuhi. Jika kamu ingin merasakan denyut Ramadan yang lebih hangat, cobalah datang dan ikut berkumpul di masjid yang ada di sana. Kamu bisa bergabung dengan saudara muslim lainnya dan ikut kajian yang diadakan oleh komunitas muslim. Setidaknya kamu akan tahu bahwa kamu tidak benar-benar sendiri, Guys.

Durasi puasa di Jepang sangat ditentukan oleh kondisi cuaca di sana

puasa ramadan di jepang
Foto: karsendakakkoii.blogspot.co.id

Di negara tropis seperti Indonesia, puasa Ramadan berjalan dengan durasi normal sekitar 12 jam. Sedangkan di negeri empat musim seperti Jepang, puasa bisa lebih panjang pada musim panas yang bisa mencapai 16-17 jam, lho.

Bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa di musim panas, tentu saja ini adalah ujian yang sangat berat, Guys. Tetapi hal semacam ini tentu tidak akan melemahkan niat mereka yang ingin bersungguh-sungguh menjalankan perintah agamanya.

Saat musim panas, siang jadi lebih panjang, sebaliknya saat musim dingin, siang jadi lebih pendek. Tetapi keduanya tetap punya tantangan tersendiri ketika bulan Ramadan tiba.

Meski menjadi minoritas, tetapi toleransi di Jepang sungguh sangat tinggi, Guys

puasa ramadan di jepang
Foto: abna24.com

Sebagai minoritas, kamu mungkin sering mendengar betapa beratnya tinggal di negeri yang mayoritas memiliki keyakinan berbeda. Seperti halnya Jepang yang mayoritas masyarakatnya beragama Shinto dan Buddha. Tetapi, di sana kamu akan melihat fakta bahwa negera Jepang sangat tinggi menjunjung toleransi beragarama, Guys. Kamu bisa melihatnya baik dari masyarakat Jepang sendiri ataupun dari pemerintah.

Pilihan Editor



Di negeri Jepang, kurma menjadi takjil favorit yang selalu diincar

puasa ramadan di jepang
Foto: tribunnews

Guys, di negeri kita, menu takjil sungguh sangat beragam. Mulai dari kolak, asinan hingga es buah.

Nah, ketika kamu menjalankan ibadah puasa di Jepang, jangan harap deh bisa menemukan menu takjil semacam itu. Di Jepang, kurma menjadi salah satu takjil yang sangat digemari dan hampir selalu ada dalam acara buka bersama.

Selain kurma, kamu juga bisa menyantap makanan khas Turki atau menu halal khas Jepang lainnya seperti yakiniku serta sup misoa.

Makanan halal di sana sungguh sangat mahal, Guys. Untuk menyiasati itu, para perantau di Jepang memilih memasak menu berbuka atau sahurnya sendiri ketimbang membelinya.

Ikut serta dalam berbagai kegiatan selama bulan Ramadan akan menjadi momen tak terlupakan

Foto: sukajepang.com

Selama melaksanakan Ramadan di negeri Sakura, kamu tentu akan kehilangan momen spesial termasuk tidak bisa mendengar adzan serta semaraknya malam takbiran seperti di Indonesia.

Tetapi, muslim di Jepang bisa bergabung dalam kegiatan yang selalu diadakan oleh Islamic Ccntre Jepang. Kamu pun akan merasakan kehangatan Ramadan yang sungguh berbeda dengan berbagai tantangan yang pastinya tak akan kamu temui di Indonesia. Momen seperti ini tentu akan sulit kamu lupaka, Guys!

Itulah beberapa fakta menarik yang bisa kamu tahu ketika melaksanakan puasa Ramadan di Jepang. Yang pasti, tantangan sesulit apa pun tak menjadikan muslim di negeri minoritas menyerah untuk melaksanakan kewajiban. Jika mereka saja bisa, kenapa kamu mengeluh, Guys?

Yuk, persiapakan dirimu baik-baik sebelum Ramadan datang dan bertandang!