Krisis kemanusiaan di Yaman merupakan keadaan darurat yang sedang atau dialami oleh umat manusia, hal ini disebabkan oleh penyimpangan-penyimpangan hidup manusia yang didadasari oleh masalah mentalitas dan moralitas.

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa saat ini beberapa negara di dunia sedang mengalami krisis kemanusiaan besar-besaran seperti yang dialami oleh negara-negara Afrika seperi Yaman, Somalia, Sudan Selatan, dan Nigeria. Beruntung bagi negara-negara yang sudah terekspos media, namun itu hanya sebagian kecilnya saja, diluar sana masih banyak kasus krisis kemanusiaan serupa yang tentu belum terekspos sama sekali.

Contohnya saja di Yaman, mungkin kalian mengganggap negara tersebut kelihatannya baik-baik saja, padahal saat ini negara Yaman sedang mengalami krisis kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah di dunia.

Krisis kemanusiaan di Yaman yang terjadi saat ini bermula dari konflik yang terus membesar, ketika sang presiden Yaman dituntut untuk turun dari jabatannya. Konflik yang terjadi tersebut berandil besar terhadap krisis kemanusiaan di Yaman. Sehingga sebagian masyarakat Yaman harus hidup dalam keterbatasan dan ketakutan.

Mulai dari krisis pangan, krisis kesehatan, dan lain sebagainya, semua hal tersebut harus dialami dan dijalani oleh sebagian masyarakat Yaman, entah kapan hal ini akan segera terselesaikan dan bagi banyak orang hal ini terkesan dianggap disepelekan. Mungkin setelah mengetahui fakta-fakta berikut ini, kamu baru tahu apa saja yang saat ini dialami dan dirasakan oleh masyarakat Yaman disana.

Tak terkendali, wabah korela diprediksi sudah menginfeksi 300 ribu orang di Yaman

Wabah kolera diperkirakan sudah menginfeksi 300 ribu orang di yaman, menurut komite Palang Merah Internasional (ICRC), penyebaran wabah kolera di Yaman sudah tidak terkendali lagi. Bayangkan saja, setiap harinya terdapat 1700 kasus baru mengenai penyebaran wabah korela ini.  Bukan hanya itu saja, berdasarkan data PBB wabah korela tersebut sudah memakan korban sedikitnya 1700 korban jiwa.

Krisis Kemanusiaan di Yaman merupakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia sepanjang sejarah

Krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Yaman merupakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia sepanjang sejarah sejak tahun 1945. Hal ini juga diungkapkan oleh O’brien selaku Dewan Keamanan PBB, Ia menambahkan bahwa krisis kemanusiaan negara-negara Afrika seperti Sudan Selatan, Nigeria, Somalia, dan Yaman sudah masuk dalam taraf yang sangat kritis.

Lebih dari 20 juta orang menghadapi ancaman kelaparan di negara-negara tersebut, dan membutuhkan bantuan dana sedikitnya $4,4 miliar untuk mencegah ancaman kelaparan disana, bukan hanya itu saja, UNICEF memperkirakan sedikitnya 1,4 juta anak-anak disana bisa mati kelaparan pada tahun ini.

Yaman mengalami krisis pangan terbesar di dunia

Konflik berkepanjangan yang terjadi di Yaman, membuat kondisi negara tersebut tidak stabil, gara-gara ketidakstabilan tersebut. Ada kurang lebih 7 juta penduduk yang setiap harinya mengalami ketidakpastian dari mana Mereka akan mendapatkan dan memperoleh makanan nantinya.

Krisisi pangan yang terjadi di Yaman, berdampak sangat buruk bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak disana, menurut UNICEF ada sekitar 10,6 juta anak-anak yang terancam mengalami kelaparan pada setiap harinya. Dan lebih parahnya lagi lebih dari 1 juta anak-anak terancam mengalami gizi buruk.

Pilihan Editor

Masalah kesehatan dan sanitasi menghantui masyarakat Yaman setiap harinya

Salah satu faktor utama terjadinya wabah kolera yang sudah menginfeksi 300 ribu orang di Yaman, berasal dari masalah kesehatan dan pasokan air besih yang saat ini menjadi hal yang langkah untuk dijumpai di Yaman.

Wabah kolera berasal dari sanitasi air yang buruk, sehingga mengakibatkan diare akut yang disebabkan makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri Vibrio Cholera. Hingga saat ini sekitar 13,1 juta orang di Yaman mengalami kurangnya ketersedian air bersih, serta keperluan sanitasi yang tidak memadai.

Para Wanita di Yaman menjadi kaum yang paling rentan dari berbagai bentuk kejahatan

Konflik yang terus melebar di Yaman mengakibatkan sekitar 2 juta orang disana harus rela meninggalkan rumahnya yang nyaman, hanya untuk mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman seperti di sekolah dan bangunan-bangunan umum lainnya denga hidup dalam keterbatasan.

Krisis ini terntunya juga berdampak buruk bagi para kaum wanita di Yaman yang sangat rentan dan rawan menerima pelecehan seksual serta kawin paksa dan aksi-aksi kejahatan.

Bisa kalian bayangkan bukan? betapa parahya krisis kemanusiaan di Yaman yang saat ini sedang terjadi, hingga saat ini sudah ada 120 organisasi dunia yang membantu untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan disana. Tetap saja hal ini dirasakan masih kurang dan belum cukup, karena fenomena krisis ini merupakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia sepanjang sejarah.