Aksi terorisme merupakan serangan-serangan yang dilakukan secara terkoordinasi yang membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat.

Akhir-akhir ini, banyak aksi terorisme yang terjadi di berbagai negara seperti Inggris, Indonesia, Mesir, Thailand, dan Swedia. Mungkin yang masih segar diingatan kita adalah aksi teror bom bunuh diri yang terjadi saat konser Ariana Grande berlangsung di Manchester, Inggris.

Ketika Kota Manchester masih berduka dengan kejadian tersebut, giliran Indonesia yang menjadi sasaran teror bom yang terjadi di terminal bus Kampung Melayu, Jakarta Timur (24/5). Serangan tersebut memakan korban jiwa dan menewaskan 3 orang kepolisian.

Hingga saat ini sulit untuk menemukan jawaban yang pasti, mengapa para teroris tersebut tegah melakukan aksi keji tersebut. Banyak dari orang -orang yang tidak bersalah yang menjadi korbannya. Berikut ini adalah serangan teroris terbesar dan yang masih membekas dipikiran kita semua hingga saat ini.

Tragedi World Trade Centre – 11 September 2001

ledakan bom terbesar di dalam sejarah dunia
Foto : idntimes.com

Mungkin kejadian teror yang satu ini, hingga saat ini masih menjadi sebuah catatan serangan teroris terbesar bagi negara Amerika Serikat. Aksi serangan yang terjadi pada 11 September 2001 ini merupakan serangkaian 4 serangan bunuh diri yang terkoordinasi untuk menyerang beberapa kota seperti Washington DC, Newyork kala itu.

Serangan teror bermula, ketika sekelompok teroris berhasil membajak 4 pesawat jet penumpang. setelah itu sang pembajak melakukan aksi serangan bunuh diri dengan menabrakan 2 pesawatnya ke menara kembar World Trade Centre, dalam kurun waktu dua jam menara kembar tersebut runtuh.

Pilihan Editor

Pesawat ketiga pun juga sengaja ditabrakan ke Pentagon, Arlington, Virginia. Sedangkan untuk pesawat keempat para penumpang berusaha mengambil alih pesawat, dan pesawat keempat tersebut pun jatuh di lapangan Shanksville, Pennysvylania dan gagal mencapai targetnya yakni Washington D.C. Pada serangan ini tercatat sekitar 3000 nyawa melayang.

Bom mobil Oklahoma – 19 April 1995

ledakan bom terbesar di dalam sejarah dunia
Foto : http://mediaindonesia.com

Kasus pengeboman yang terjadi di Oklahoma merupakan serangan teroris terbesar kedua di Amerika Serikat, setelah Tragedi World Trade Centre. Dalam serangan ini, para teroris menyerang dan menghancurkan Gedung Federal Alfred P. Murrah pada 19 April 1995. Gedung tersebut merupakan kompleks perkantoran pemerintahan USA di Oklahoma. Serangan teror ini setidaknya menewaskan 168 orang.

Para teroris sengaja menyewa truk bawaan yang berisikan 2300 kg bahan peledak, truk tersebut lalu diparkir dan diledakan di depan Gedung Federal Alfred P. Murrah. Menurut pemerintah Amerika Serikat, motif serangan tersebut adalah aksi balas dendam kelompok Rating Daud di Waca, Texas terhadap agen-agen yang bertugas di pemerintahan federal.

Bom Bali 1- 12 Oktober 2002

ledakan bom terbesar di dalam sejarah dunia
Foto : http://1.bp.blogspot.com

Aksi teror bom bali merupakan rangkaian tiga peristiwa yang terus-menerus yang terjadi pada 12 Oktober 2002, ledakan bom pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) tepatnya di Jalan Legian, Kuta, bali. Sedangkan ledakan terakhir berlokasi tidak jauh dari kedubes Amerika Serikat.

Dalam aksi teror ini setidaknya memakan 202 korban jiwa dan 209 korban luka-luka, kebanyakan dari para korban adalah wisatawan asing yang sedang berlibur di Bali.

Serangan teroris Mumbai – November 2008

ledakan bom terbesar di dalam sejarah dunia
Foto : https://financialtribune.com/

Aksi serangan teroris ini merupakan serangan teroris yang terkoordinasi dan melakukan aksinya secara serentak di sejumlah tempat di Mumbai, India. para kelompok teroris tersebut melakukan aksi penyaderaan, penembakan, dan peledakan. Kelompok teroris tersebut melakukan penyanderaan orang-orang yang berada di hotel Taj Mahal, India. aksi tembak-menembak pun tidak bisa dihindari antara militer India dan kelompok teroris penyandera tersebut.

Aksi tembak-menembak tersebut berlangsung selama 64 jam, akibat serangan ini setidaknya ada 160 korban jiwa termasuk penyandera, dan lebih dari 600 orang mengalami luka-luka.

Itulah deratan aksi teroris yang sempat menggegerkan dunia hingga saat ini. Banyak motif serangan yang mereka lakukan. Tapi apakah kekejaman dibalas dengan kekejaman? Aksi teroris bukanlah sebuah tujuan dari pembebasan, dan pembelaan sekompok militan yang mengatasnamakan agama. Aksi terorisme hanyalah sebuah aksi yang tidak memiliki prikemanusiaan, dan hanya akan meninggalkan trauma psikis dan catatan kelam bagi para korban, beserta keluarga yang ditinggalkannya.