Hola, Takaiters!

Siapa tak kenal pohon kelapa, pohon yang juga disebut sebagai nyiur melambai ini dengan mudah kita temui di sepanjang tepian pantai. Pohon yang dari akar hingga daunnya memiliki banyak kegunaan ini berbuah sepanjang tahun. Namun Takaiters, tahukah kamu ada tanaman yang “sekeluarga” dengan pohon kelapa namun memiliki masa vegetatif atau masa pembuahan yang hanya sekitar 80 tahun sekali? Ya, dialah Coco de Mer si kelapa super langka yang tidak dapat kita temui sembarangan di muka bumi ini.

Takaiters, saking langka dan uniknya pohon satu ini, Tere Liye, seorang penulis novel ternama Indonesia menyebutkan nama tanaman ini dalam salah satu novel terbarunya yang berjudul Komet dari serial novel Bumi.  Lalu, apa saja, sih, keunikan dari buah langka ini? Kita simak, yuk!

1. Ukuran serta Bentuk Buahnya

Foto: versesofuniverse.blogspot.com

Secara kasat mata, pohon ini tak ada bedanya dengan pohon kelapa yang kita kenal. Masih termasuk dalam keluarga palem-paleman namun dengan ukuran yang lebih tinggi dari pohon kelapa biasa. Perbedaan baru dapat kita lihat setelah menyaksikan bentuk buahnya yang unik, lo, Guys. Ukuran buahnya lebih besar dari buah kelapa biasa, bila diukur hampir dua kali ukuran kepala orang dewasa. Ketika dibelah maka akan nampak batok kelapa yang nampak kembar. Bahkan orang-orang menyebutnya mirip dengan pinggul manusia. Bobotnya pun tidak main-main, satu buah bisa mencapai 15 hingga 30kg.

2. Siklus Berbuah yang Sangat Lama

Foto: merdeka.com

Takaiters, satu fakta unik yang ditemukan, ternyata bunga jantan dan bunga betina coco de mer tumbuh di pohon yang berbeda, sehingga butuh bantuan angin untuk terjadi penyerbukannya. Maka tak heran sangat sulit bagi pohon ini untuk melakukan pembuahan. Bila pohon kelapa yang kita kenal biasanya berbuah sepanjang tahun, kelapa satu ini benar-benar luar biasa.

Ketika mulai berbuah, untuk menjadi matang hingga bisa dikonsumsi, buah ini butuh waktu lima sampai tujuh tahun, Guys. Yang lebih mencengangkan lagi untuk dapat berbuah satu pohon biasanya harus menunggu hingga 80 tahun! Luar biasa, bukan?

3. Mitos Sebagai Buah yang Berasal dari Dasar Laut Kepulauan Maladewa

Foto: youtube.com

Warga serta nelayan di sekitaran Kepulauan Maladewa sering menemukan buah unik ini ditepi pantai kepulauan mereka. Namun, tak pernah sekalipun masyarakat di kepulauan tersebut menemukan pohonnya. Oleh karenanya, penduduk percaya bahwa tanaman dari buah ini tumbuh di dasar laut. Padahal yang sebenarnya terjadi, saking beratnya buah ini maka ketika terjatuh dan terhempas kedalam laut maka akan tenggelam dan pada akhirnya, setelah bagian dalamnya membusuk dan kering maka buah tersebut menjadi ringan, muncul dipermukaan sehingga tersapu ombak ke tepi pantai. Karena banyak ditemukan di tepian pantai Maladewa maka orang pun mengira bahwa buah ini berasal dari kepulauan tersebut sehingga dinamai Coco de Mer Lodoicea Maldivica atau kelapa yang berasal dari Maladewa.

4. Hanya Satu Wilayah Tempat Tumbuh Tanaman Langka Ini

Foto: 203.190.241.9

Ya, bila pohon kelapa lain dapat dengan mudah kita jumpai di sepanjang tepian pantai daerah-daerah tropis, tidak dengan pohon kelapa yang satu ini. Bila diawal masyarakat mengira pohon ini berasal dari Kepulauan Maladewa, ternyata coco de mer hidup secara endemik dan tumbuh hanya di Seychelles, sebuah negara kepulauan yang terletak sebelah timur laut Madagaskar, Afrika. Tepatnya di Taman Nasional Praislin, Vallee de Mai.

Saking langkanya, pohon ini disebut-sebut sebagai tanaman yang tersisa dari jaman purba. Karena menjadi tempat hidup tanaman langka  ini maka sejak 1983 Vallee de Mai masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Nah, Takaiters, informasi yang sangat menarik, bukan? Bila kamu melancong sampai Afrika Timur, mampir ke Sychelles, ya, Guys, dan lihat secara langsung tanaman purba ini.