Aloha, Takaiters!

Kopi adalah minuman yang digemari oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Tanaman kopi sendiri berasal dari Abyssinia, nama daerah di wilayah Etiopia Afrika. Biji kopi dari Abyssinia dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas yang paling dicari.

Pada masa awal, bangsa Arab lah yang memonopoli perdagangan biji kopi . Hingga kebiasaan minum kopi menjadi budaya bagi masyarakat Arab. Hingga pada abad 16 pemerintah Hindia Belanda mengutus Andrian Van Omen untuk membawa bibit tanaman kopi Arabika dari Arab ke Indonesia.

Perbedaan kontur, komposisi tanah, dan cara pengolahan yang berbeda dari setiap wilayah penghasil kopi di Indonesia menghasilkan entitas kopi daerah tertentu yang mempunyai rasa dan aroma yang khas.

Hal inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil kopi robusta terbesar kedua dan penghasil kopi arabika ketiga diantara negara-negara penghasil kopi lain seperti Brasil, Venezuela, dan Vietnam (2017).

Menurut para pencinta kopi, rasa unik kopi robusta terletak pada tingkat keasaman yang kuat disertai dengan rasa kokoa yang tajam. Hal ini disebabkan karena kopi robusta dipanen secara tradisional serta ditanam di wilayah yang mempunyai letak geografis yang tinggi.

Sedangkan rasa kopi arabika cenderung lebih fruity dengan tingkat keasaman yang pas. Hal ini disebabkan oleh cara pengolahannya yang difermentasi selama 24 jam. Perpaduan rasa karamel, kakao, dan lemon membuat kopi arabika banyak digemari.

Berikut tips untuk memilih kopi berkualitas:

1. Pilihlah Biji Kopi yang Baru Dipanggang (freshly roasted)

Foto: depositphotos.com

Biji kopi yang enak untuk dijadikan kopi adalah yang berusia dua minggu setelah di roasting. Pada masa ini rasa dan aroma kopi akan muncul sekitar 30%. Tapi tergantung selera juga, penyuka kopi yang menyukai kopi dengan tingkat keasaman dan kafein yang ringan akan memilih light roasting. Sedangkan bagi penyuka rasa manis dengan keasaman dan kefein rendah akan memilih medium roasting. Untuk Takaiters yang menyukai rasa pahit dengan kafein rendah pilihlah dark roasting.

2. Pencinta Kopi Sejati akan Memilih Biji Kopi Dibandingkan Kopi Bubuk

Foto: quantumindonesia.blogspot.com

Kelebihan membeli biji kopi adalah rasa dan mutunya tetap terjaga. Bubuk kopi rentan terpapar sinar matahari yang dapat menyebabkan turunnya kualitas serta berubahnya aroma yang dihasilkan.

3. Cium Aroma Bubuk Kopi

Foto: possclinik.com

Dengan mencium aroma bubuk kopi saja, para penikmat kopi dapat menentukan apakah bubuk kopi tersebut masih layak dikonsumsi atau tidak. Bubuk kopi yang baik akan mengeluarkan aroma kopi yang segar dan khas. Kopi yang sudah menurun kualitasnya akan berbau apek.

Menurut keterangan para ahli kopi, aroma kopi akan muncul dalam 3 sifat, yaitu enzimatik, karamel, serta distilasi kering. Aroma enzimatik adalah aroma yang keluar dari biji kopi, sedangkan aroma karamel atau kacang muncul saat biji-bijian dipanggang hingga kandungan gulanya berubah menjadi karamel. Sementara aroma distilasi kering akan mengingatkan pada aroma agak gosong dari kayu yang dibakar.

Berbagai istilah yang muncul dalam setiap ulasan kopi seperti fruity, bready, ashy, acid, caramelly, carbonny, dan lain-lain berasal dari aroma kopi yang tercium.

Demikian sekilas ulasan mengenai cara memilih kopi berkualitas. Dengan mengetahui bagaimana memilih kopi terbaik tentunya rasa kopi yang dihasilkan juga semakin nikmat.