Suku Mentawai merupakan suku tertua yang ada di Indonesia. Masyarakat suku ini tinggal di kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kepulauan Mentawai sendiri terdiri dari 4 pulau besar yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Selatan, dan Pulau Pagai Utara serta ada beberapa pulau kecil lainnya.

Dari keempat pulau besar tersebut, Pulau Siberut diyakini merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mentawai. Pulau ini berada di lepas pantai Sumatera Barat dan dipisahkan oleh Selat Mentawai. Untuk sampai ke pulau tersebut, Takaiters bisa menempuh perjalanan sekitar 155 km dari Kota Padang dengan menaiki perahu.

Meskipun kalian harus menempuh perjalanan yang cukup panjang, kalian tak akan pernah merasa bosan. Selama perjalanan, ada suguhan alam yang begitu indah dan eksotis di sepanjang mata memandang. Saat menginjakkan kaki di Pulau Siberut, kalian akan disambut dengan pesona kehidupan alam di Taman Nasional Siberut. Adat istiadat, budaya, serta alam dari Suku Mentawai siap memberikan pengalaman baru sekaligus seru saat berada di pulau tersebut.

Sebagai salah satu suku tertua di Indonesia, Suku Mentawai memang memiliki keunikan dan keeksotisan. Ini pastinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dari lokal maupun internasional untuk mengenal lebih jauh tentang suku tersebut. Nah, ada beberapa keunikan dari suku tertua di Indonesia tersebut yang harus kalian tahu.


Kerei, profesi penting di masyarakat Suku Mentawai

eksotisme mentawai sumbar
Foto : asworldsdivide.com

Sebagian dari Takaiters pastinya sudah pernah mendengar profesi unik dari masyarakat suku ini. Kebanyakan orang mengenal kerei hanya sebagai profesi untuk orang yang mampu mengobati orang sakit ataupun meramalkan nasib dari seseorang. Selain itu, keunikan kerei juga seringkali dilihat dari tarian khasnya yang  menjadi penyemarak pesta-pesta rakyat di Kepulauan Mentawai.

Namun ternyata kerei sendiri memiliki fungsi utama yang lebih penting dari itu. Kerei memiliki tugas sebagai mediator antara manusia dengan makhluk halus yang diyakini bisa menjaga keharmonisan di antara keduanya. Masyarakat Mentawai sendiri tidak pernah bisa memilih siapa yang menjadi kerei karena hanya orang yang terpilih melalui mimpi lah yang bisa melakukannya. Dan, orang yang terpilih pun tak bisa lari dari pilihan tersebut. Ya, profesi ini memang cukup kental dengan aroma mistis.

Tato unik Suku Mentawai merupakan tato tertua di dunia

Foto : sportourism.id

Keunikan dan keeksotisan lain yang dimiliki oleh masyarakat Mentawai adalah eksistensi tato Mentawai. Tato Mentawai dianggap sebagai tato tertua di dunia. Bagi masyarakat suku ini, tato sudah menjadi sebuah identitas yang memiliki keterkaitan dengan struktur kemasyarakatan, kesehatan, kepercayaan, dan ekonomi. Tato ini juga bisa menggambarkan keseimbangan antara penghuni hutan dengan alam tempatnya hidup.

Pilihan Editor

Uniknya lagi, bahan yang digunakan untuk membuat tato pun merupakan bahan-bahan alami seperti arang. Pembuatan tato Mentawai sendiri tak bisa dilakukan secara instan sebagaimana tato-tato lainnya. Ada ritual khusus yang turut mengiringi prosesi pelaksanan pembuatan tatonya. Proses pembuatan tato ini menjadi suatu hal yang sangat disakralkan dan dijunjung tinggi di masyarakat Mentawai.

Uma, Sebutan untuk rumah Suku Mentawai yang unik

eksotisme mentawai sumbar
Foto : jhunewsletter.com

Keunikan lain yang bisa dijumpai saat mengunjungi Kepulauan Mentawai adalah keberadaan rumah adatnya yang sudah ada sejak zaman dulu yang dikenal dengan sebutan ‘uma’. Selain bentuknya, keunikan dari uma adalah dari proses pembuatannya yang ternyata tanpa menggunakan bahan besi satu pun. Rumah adat tersebut dibuat dari bahan alam yang terjamin mutu dan kualitasnya.

Biasanya, di dalam uma tersebut terdapat tengkorak dari hewan-hewan hasil buruan. Menurut kepercayaan dan tradisi masyarakat setempat, semakin banyak tengkorak hewan buruan yang ada di dalam uma, ini akan semakin menambah pamor dari rumah adat tersebut. Para wisatawan yang datang ke Kepulauan Mentawai pastinya tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke uma yang ada. Kebanyakan mereka bakal takjub dengan suasana masyarakat yang masih sangat kental dengan adat istiadatnya.

Selain uma, masyarakat Suku Mentawai juga memiliki jenis rumah adat lain yang disebut dengan ‘lalep’ yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan uma. Bila uma biasanya dihuni oleh 3 sampai 4 keluarga dalam satu rumah, lalep hanya dihuni oleh satu keluarga saja. Ada juga ‘rusuk’ yang merupakan jenis rumah adat lain dari suku eksotis Sumatera Barat ini.


Buat Takaiters yang menyukai eksplorasi budaya dan adat sebaiknya tak melewatkan untuk berkunjung ke Kepulauan Mentawai. Selain keindahan alamnya yang masih sangat terjaga, kalian juga bisa melihat bagaimana keseharian dari masyarakat Suku Mentawai yang masih sangat kental dengan adat istiadat serta begitu dekat dengan alam.