Hai Takaiters.

Belum hilang diingatan gempa 9 tahun silam melanda kota kelahiran saya, Padang. Ranah Minang tercinta luluh lantak. Saya mesti berlari tanpa alas kaki, keluar dari rumah sambil memeluk adik sepupu. Takut dan panik, itu yang dirasakan pada waktu itu.

Dan di bulan lalu tepatnya Agustus 2018, Lombok nan indah juga diterjang gempa, akibatnya banyak menelan korban jiwa dan infrastruktur rusak parah sehingga Lombok masih terus berbenah sampai saat ini.

Belum lama berselang setelah Lombok, kota Palu dan Donggala pun menangis. Tepatnya pada sore hari tanggal 28 September 2018 gempa berkekuatan 7,4SR dilanjut dengan tsunami meluluhlantakkan kota itu. Tangisan ada ada di mana-mana, bangunan-bangunan hancur bahkan rata dengan tanah.

Tidak dapat dimungkiri bahwa dalam setiap bencana yang terjadi pasti ada dampak yang ditimbulkan dan inilah 3 dampak yang terjadi setelah gempa dan tsunami.

1. Rusak dan Hancurnya Infrastruktur

3 Dampak Bencana Alam
Foto: portonews.com

Bangunan seperti perumahan, hotel, gedung sekolah, perkantoran, dan juga rumah sakit mengalami kerusakan ringan hingga parah bahkan hancur sama sekali. Jembatan terputus, arus lalu lintas terganganggu dan penerangan mati seketika. Warga kehilangan tempat tinggal sehingga harus mengungsi di tenda-tenda.

2. Korban Meninggal

Foto: idntimes.com

Tidak hanya bangunan, korban jiwa pun berjatuhan akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan terseret gelombang tsunami yang dahsyat. Pada gempa Palu dan Donggala Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, korban meninggal sudah mencapai ribuan orang. Innalillahiwainnailaihirojiun

3. Dampak Psikologis

3 Dampak Bencana Alam
Foto: sumsel.tribunnews.com

Dampak psikologis adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat negatif maupun positif pada kejiwaan seseorang. Dampak psikologis yang terjadi akibat bencana alam ini terkadang sering terabaikan.

Setelah mengalami gempa dan tsunami umumnya korban akan merasa cemas dan stres. mereka kehilangan tempat tinggal bahkan kehilangan sanak saudara. Yang membuat miris adalah bahwa kejadian ini berdampak terhadap anak. Dampak yang ditimbulkan hampir sama dengan orang dewasa, namun anak-anak akan sedikit lebih rewel dan kebingungan karena mereka melihat kondisi lingkungan yang tidak biasa, rumah dan gedung-gedung hancur, mayat pun bertebaran di mana-mana.

Untuk menghindari dampak psikologis yang lebih parah sebaiknya orang dewasa atau orang tua tidak boleh abai. Berikan pendampingan khususnya terhadap anak-anak, jelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi sedikit demi sedikit agar trauma yang mereka rasakan akibat bencana alam yang menimpa dapat segera menghilang.

Itulah beberapa dampak yang bisa kita lihat akibat gempa, Takaiters, dan poin ketiga ini sangat pentingĀ  untuk diperhatikan, ya, Guys.

jika bangunan yang rusak bisa segera dibangun kembali, belum tentu dengan psikologis. Kejadian demi kejadian akan selalu terkenang. Dampak psikologis negatif akibat bencana tak bisa pulih secepat perbaikan infrastruktur bangunan, tetapi hal tersebut terjadi secara perlahan. Dekatkan diri kepada sang pencipta dan semoga trauma akan bencana yang pernah dialami segera terlewati.